Sayuran Makanan sehari-hari yang dipilih dengan baik akan memberikan semua zat gizi yang dibutuhkan untuk fungsi normal tubuh. Sebaliknya, bila makanan tidak dipilih dengan baik, tubuh akan mengalami kekurangan zat-zat gizi esensial tertentu. Penelitian membuktikan ada keterkaitan antara tubuh pendek dan tingkat kecerdasan.
Bila sejak awal sudah tidak ada keseimbangan berat dan tinggi badan, maka akan berpengaruh pada pembentukan otak. Karena itu, kebutuhan gizi sejak janin harus terpenuhi secara baik.
Bila dikelompokkan ada tiga fungsi zat gizi dalam tubuh, yaitu:

  • Memberi Energi: Zat-zat yang memberikan energi adalah karbohidrat, lemak dan protein. Oksidasi zat-zat ini menghasilkan energi. Karbohidrat merupakan bahan bakar otak yang amat penting agar otak berfungsi optimal. Lemak, terutama asam lemak, adalah salah satu nutrisi yang penting untuk pertumbuhan otak dan mata Ketiga zat ini terdapat dalam jumlah banyak di bahan makanan, ketiga zat ini disebut juga bahan pembakar.
  • Memberi Pertumbuhan dan Pemeliharaan Jaringan Tubuh: Protein, mineral dan air adalah bagian dari jaringan tubuh. Oleh karena itu, diperlukan untuk membentuk sel-sel baru, memelihara, dan mengganti sel-sel yang rusak. Dalam fungsi ini ketiga zat disebut pembangun.
  • Mengatur Proses Tubuh: Protein, mineral, air, dan vitamin diperlukan untuk proses tubuh. Protein mengatur keseimbangan air di dalam sel, sebagai penyangga dlam upaya memelihara netralitas tubuh dan membentuk antibodi sebagai penangkal organisme infektif dan bahan asing yang masuk ke dalam tubuh. Mineral dan vitamin diperlukan sebagai pengatur dalam proses oksidasi, fungsi normal saraf dan otot serta banyak proses lain yang terjadi di dalam tubuh termasuk proses menua. Air diperlukan suntuk melarutkan bahan-bahan di dalam tubuh, peredaran darah, pencernaan. Dalam fungsinya mengatur proses tubuh ini, protein, mineral, air, dan vitamin dinamakan zat pengatur.

Akibat Gangguan Gizi terhadap Fungsi Tubuh
Konsumsi makanan berpengaruh terhadap status gizi seseorang. Status seseorang gizi dikatakan baik jika tubuh memperoleh cukup zat-zat gizi yang digunakan secara efisien dan optimal. Status gizi kurang jika tubuh mengalami kekurangan satu atau lebih zat-zat gizi esensial. Status gizi lebih terjadi bila tubuh memperoleh zat-zat gizi secara berlebihan, sehingga menimbulkan efek racun. Status gizi kurang atau lebih itu disebabkan oleh gangguan gizi. Gangguan gizi disebabkan oleh faktor primer atau sekunder.

  1. Faktor primer adalah bila susunan makanan seseorang salah dalam kuantitas dan atau kualitas karena kurangya penyediaan pangan, distribusi, kemiskinan, ketidaktahuan, kebiasaan dan gaya hidup.
  2. Faktor sekunder meliputi faktor yang menyebabkan terganggunya penyerapan zat gizi oleh sel-sel dalam tubuh setelah makanan dikonsumsi, misalnya pencernaan terganggu, geligi yang tidak baik, kekurangan enzim, parasit, penggunaan obat cuci perut, minuman beralkohol, penyakit hati, kanker diabetes, keringat berlebih dan banyak kencing (polyuria).


Akibat Gizi Kurang

  • Pertumbuhan: Anak-anak tidak tumbuh menurut potensialnya. Kurangnya protein menyebabkan otot lembek dan rambut kering serta mudah rontok.
  • Produksi Tenaga: Orang jadi malas merasa lemah dan produktivitas menurun .
  • Pertahanan Tubuh: Orang mudah influenza, batuk, diare Pada anak-anak ini dapat membawa kematian.
  • Struktur dan fungsi otak: Kemampuan berpikir kurang. Otak mencapai bentuk maksimal pada usia 2 (dua ) tahun, jadi terganggunya otak ini terjadi dari kecil dan bersifat permanen
  • Perilaku: Kurang gizi menyebabkan perilaku orang jadi tidak tenang, mudah tersinggung, apatis dan cengeng.

Akibat Gizi Lebih

  • Obesitas: Hal ini merupakan salah satu faktor terjadinya berbagai penyakit seperti hipertensi, diabetes, jantung koroner, gangguan hati dan kantung empedu..

Penulis: Jeffri Argon

Sumber: Majalah Lisa, Prinsip Dasar Ilmu Gizi (Almatsier), FAO,WHO, Atmarita