1. Juventus adalah klub besar yang punya tradisi dan mental juara, adalah suatu hal yang aneh jika tradisi itu didapatkan dengan cara mengatur pertandingan
2. Harus diakui keahlian “si terdakwa” Luciano Moggi, bukanlah ahli mengatur pertandingan, tetapi ahli transfer yang cerdas dan punya naluri tajam…dilihat dari kesuksesan dia melihat bakat maestro dari Zidane, yang mana ahli transfer lain pada zaman itu malah meributkan seorang Djorkaeff, atau bagaimana dia menemukan Del Piero, Buffon..dan lain-lain
3. Juventus masa-masa didakwa calciopoli punya skuad2 yang hebat…sebut saja vieira, emerson, ibrahimovic, thuram, mutu, del piero, trezequet, buffon, cannavaro, dll…dan punya pelatih sekaliber cappelo…siapa sih yang meragukan kemampuan dia? lalu untuk apa lagi Juventus mengatur pertandingan supaya menjadi juara serie a?
4. Juventus juga telah membangun skuad hebat pada masa-masa itu dengan three muskeeters (moggi, bettega, giraudo) lalu lippi sebagai d’artagnan nya …lalu apa gunanya menghancurkan sesuatu yang telah dibangun dengan mengatur pertandingan
5. Juventus punya keterikatan kuat dengan sepakbola italia, dengan setidaknya selalu menyumbang satu pemain nasional di setiap kejuaraan resmi yang diikuti italia (dikenal dengan istilah “la fidanzata d’italia” atau kekasihnya orang italia)…lalu dengan tradisi mengutamakan pemain-pemain italia itu…apa mungkin Juventus menghancurkan serie a dengan skandal?…
6. Inter selalu punya kecurigaan Juventus dan klub-klub lainnya menginginkan Inter tidak pernah sukses dengan mengatur hasil-hasil pertandingan…padahal kegagalan Inter dari tahun 1990 s/d meledaknya kasus calciopoli itu (2006) kebanyakan adalah karena ketidaksabaran pemiliknya…dan strategi usang dari ahli transfer inter, berikut kesalah2an itu:
– Terakhir Inter sebelum calciopoli adalah musim 1988/1989, dimana kesuksesan inter waktu itu terkesan meniru resep AC Milan yaitu dengan mendatangkan pilar2 timnas dari satu negara…dimana sebelumnya Milan sukses dengan trio belanda Gullit, Rijkard, Basten…Inter menirunya dengan memboyong trio jerman Klinsmann, Matheus, Brehme..memang awalnya sukses namun strategi tiruan itu sepertinya bisa di antisipasi oleh lawan…dan sayangnya ahli transfer inter tidak menyadari hal itu dengan mengulang2 kebijakan seperti itu cth dengan mendatangkan zanetti, rambert dan hanya zanetti yang sukses
– Ketidaksabaran Inter dalam mengasah bakat pemain yang ada, sehingga jadinya terlalu sering gonta-ganti pemain bahkan pelatih, contoh ketidaksabaran Inter…di buangnya Roberto Carlos, Andrea Pirlo, Adrian Mutu, dll banyak pemain hebat lain, bahkan Ronaldo (Nazario), yang mana terbukti pemain-pemain tersebut malah sukses di klub lain dan membawa klubnya berjaya….dan persis sebelum meledaknya skandal calciopoli terjadi transfer yang aneh dimana seorang bintang dan pekerja keras Cannavaro ditukar dengan kiper belum teruji Fabian Carini, itu adalah buah ketidaksabaran Inter, yang mana Cannavaro juga sudah muak terlalu sering dibilang berbadan pendek, tidak ideal bagi seorang bek tengah….karena seringnya gonta-ganti itulah tim Inter sepertinya jadi kurang solid

Demikianlah ini hanya tulisan dari seorang pengamat bola biasa…and for Materazzi as a Juventus fan, I don’t want to hassle your champion league tittle, i just want the truth….but the truth is still out there….and better keep your mouth shut Materazzi… if what was your saying not based on the truth….

Oh iya satu lagi pujian buat Inter…keberhasilan mereka sekarang selain karena dibantu oleh calciopoli, juga dengan kesabaran mereka membangun skuad yang dimulai dari masa Mancio….

Terima kasih juga kepada Carlo Gaganese dari goal.com yang telah menginspirasi tulisan ini…..