kenapa belajar ngopi?..ya karena sebenarnya aku bukan penikmat kopi sejati…namun karena mendadak aku terlempar ke salah satu pusat kopi di sumatra…aku akan mengapresiasi sedikit tentang cerita perkopian ini…

 

…tapi ingat ini adalah belajr ngopi…bukan belajar ngopy (paste)…kyk mau bikin tugas uas/uts…udah belajar tapi ttp aja bikin tugasnya copy..paste..:o…

 

baiklah…begini ceritanya:..

sumber atau bibit kopi di dunia ini katanya secara garis besar..terbagi atas dua bibit yaitu…robusta dan arabica

 

robusta itu biasanya lebih tahan hama…juga tidak terlalu bermasalah jika pada ketinggian sedang…rasanya sedikit asam…kadar kafein tinggi…menghasilkan buah yang lebih banyak di banding arabica dan ..cenderung mengeluarkan wangi seperti chocolate, woody (kayu) atau earthy (tanah)

 

sedangkan arabica ..biasanya hanya bagus ditanama di ketinggian 1000-2000 mdpl..punya rasa yang lebih asam dibanding robusta…kadar kafein rendah…dan  cenderung mengeluarkan wangi seperti rempah…fruity …floral….sehingga para penikmat kopi sejati cendrung menganggap…kopi arabica lebih eksotis…

 

namun eksotis atau tidaknya juga..katanya juga selain bibit arabica yang bagus (tempat tanam tepat..bebas hama)…juga dipengaruhi oleh proses blending..dan roasting..serta extracting dari biji kopi tersebut…

 

lalu ada lagi kopi luwak…apa pula itu kopi luwak??… menurut cerita kopi luwak ini merupakan kopi eksotis yang diproses melalui jaringan pencernaan luwak..semacam musang..yang biasa hidup di hutan2 indonesia…

 

….jadi…setelah biji kopi dimakan oleh luwak…kemudian…cangkang buah dan biji kopi…diproses di dalam perut luwak…nanti dari saluran pembuangan si luwak keluar biji kopi yang utuh…yang belum sempat dicerna…nah biji2 kopi itulah yang diproses selanjutnya..(dikeringkan..dijemur..roasting…dsl..dsl) menjadi kopi eksotis…yang bernama “kopi luwak”…anda minat mencobanya??..hhmm

 

..tapi sebenarnya ada proses penting dalam menciptakan kopi luwak….carilah kotoran luwak…yang hidup di alam bebas..di sekitar hutan/kebun kopi…

 

bukan luwak yang ditangkarkan/dikandangkan…katanya sih…luwak yang dikandangkan..lalu dipaksa….makan kopi…akan stress…lalu menimbulkan enzim yang tidak wajar…disaluran pencernaan..(yah sama seprti kita kalu lagi stress bawaannya asam lambung naik…dlll)…sehingga bisa juga menimbulkan ekses negatif akibat enzim itu kepada manusia peminum kopi luwak….dan penangkaran itu spertinya tidak beperikehewanan…

 

lagipula luwak..yang hidup dialam bebas..akan mesintesiskan..makanan lain yang dimakannya..seperti pisang..kacang..dll..dengan kopi..di dalam sistem pencernaannya…katanya sih..rasanya bisa lebih eksotis

 

…hmmm bagaimana kita tahu…soal luwak yang ditangkarkan atau tidak…yah..kembali kepada trust…..kita terhadap…perusahaan pembuat..kopi..apakah mereka akuntabel atau tidak??…

 

namun kalau masih cemas juga…lebih baik tidak meminumnya…

 

begitu juga kalau anda bisa membayangkan bagaimana meminum…kopi gajah dari thailand..(yang paling mahal harganya sekarang katanya rp 2-3 jt/kg)…:O

 

seperti pertanyaan yang aku ajukan ke peimilik kosan ku…”gimana menurut kamu..rasa kopi luwak..itu”…jawabnya..”wahhh aku gak terlalu ngerti rasa kopi…hanya penikmat sejati yang bisa membedakan soal kopi eksotis itu..”…”wah sama” ..kata aku…

 

yahh begitulah soal cita rasa kopi kembali terpulang ke pada anda-anda…

 

 

bahkan kopi-kopi yang beredar banyak di warung2 kopi di sumatra ini…mungkin seluruh indonesia…kalau bisa dikatakan…telah disusupi oleh…kopi vietnam…

 

ya vietnam merupakan….produsen kopi no. 3 dunia (setelah brazil dan meksiko)…mereka telah mengalahkan indonesia yang menjadi no.4 ….yah selain karena vietnam lebih menghargai petani..(juga sumber daya pertanian..secara keseluruhan)…mungkin mereka juga terpengaruh paham marx…yang…meramalkan..”suatu saat produksi di dunia ini akan menfokuskan pada bagaimana menciptakan konsumsi masal tingkat tinggi…lebih terfokus pada kuantitas….dibanding kualitas”

 

naah sesuai juga dengan kopi yang telah menjadi …”common goods”..di seluruh dunia…jadi konsumsi masal saat ini

 

 

anda tahu bagaimana membedakan kualitas kopi…???..kalau saya jujur..kurang bisa…karena itu saya sebut judul note ini..”belajar ngopi”……dan mungkin note selanjutnya..”masih belajar ngopi”

 

demikian terima kasih…

 

..dari berbagai sumber..