Sesuai dengan kata uum @Agung Febrian suatu ketika: “dengan bersepeda kita belajar menghargai uum Jeff” berikut hal-hal yang aku pelajari:

–   Dengan bersepeda kita menghargai pengguna kendaraan lain, sebelum aku sering berB2W seperti sekarang, pernah karena terburu2 aku bawa motor menabrak bapak2 ketika bersepeda, rim dan jari2 nya bengkok, waktu itu aku karena terburu-buru ke kantor, aku hanya berikan uang rp. 30 ribu untuk perbaikan sepedanya…sekarang setelah sering bersepeda baru aku menyadari apapun moda transportasi yang dipakai setiap pengguna jalan harus dihargai, harus rela berbagi

–   Dengan bersepeda kita belajar menghargai sepeda orang lain:  ilustrasi nya begini suatu saat kita lagi sepedaan ke pinggiran kota, ada berbagai jenis sepeda yang dipakai, termasuk ada yang memakai folding…aku yang mengendarai mtb yang mana dikenal sebagai suv-nya sepeda awalnya agak agak mengganggap remeh si folding..apalagi dengan jenis ban kecil dan kelihatannya tidak punya gear belakang…namun ternyata si pengguna folding bisa mengimbangi kecepatan sepedaku dan yang lainnya…belakangan setelah saya ketahui si folding punya jenis gear canggih yaitu hub dengan internal gear yang dulunya dikembangkan oleh Sturmey Archer (coba browsing lagi mengenai internal gear ini kalo penasaran…kalo shimano di kenal dengan seri nexus)……begitu juga dengan onthel ternyata peralatannya cukup canggih…begitulah kadang pilihan orang untuk memakai sepeda janganlah diremehkan…baik pengguna folding, mtb, onthel, fixie, bmx, dll….maaf saja rekan2 aku memilih mtb karena versatilitynya…kadang saya melihat ban mtb terlalu besar…aku kadang ingin beli bmx (kembali ke masa kecil) yang kelengkapan mirip mtb (kalau ada) atau mtb 24 inchi…(yang kelengkapannya mirip mtb 26 juga)…tapi saat ini begitulah bentuk mtb yang terkesan kekar… dan kadang memakan tempat…..

–  Dengan bersepeda kita belajar menghargai pilihan orang lain:…ceritanya begini…kadang karena seringnya aku berkampanye sepeda…bbrpa orang mengganggap aku pakar sepeda…kadang orang meminta pendapat saya gimana kalau  “beli ban ini”, “beli frame ini” atau segala macam…kadang aku memberi pendapat ini itu..”beli saja murah itu murah kok” atau…”itu beli saja bagus itu”..atau “yang itu jangan dibeli “dll, kadang terbersit juga pikiran…”apakah orang ini mampu membeli peralatan yang menjadi pilihannya itu?”…”apakah peralatan itu akan berguna baginya?” namun kemudian aku berpikir untuk apa sih meremehkan pilihan orang lain…dengan ada keinginannya membeli berarti dia mampu untuk membelinya…dan ada gunanya bagi dia

–   Dan yang terakhir tapi tidak kurang pentingnya..dengan bersepeda kita belajar menghargai lingkungan hidup…ini mungkin tidak perlu diterangkan lagi..

Demikianlah…mungkin teman2 punya pendapat lain…punya hal-hal lain yang dipelajari ketika bersepeda..silahkan di komen…aku pun belajar untuk menghargai pendapat orang lain..:)